Minggu, 10 Januari 2010

Depresiasi

Aktiva tetap dicatat sebesar pengorbanan sumber ekonomis yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh aktiva, sampai dengan aktiva tersebut siap digunakan. Oleh karena itu aktiva tetap yang diperoleh , memiliki manfaat lebih dari satu periode akuntansi, akibat semakin lama kemampuan potensial aktivs tersebut menjadi berkurang, maka biaya aktiva tetap harus dialoksikan secara sistematik dan rasional. Hal ini juga berpengaruh kepada proses penentuan laba perusahaan secara wajar, untuk menentukan laba atau rugi usaha, perlu ditemukan antara pendapatan yang dihasilkan selama periode tertentu dengan biaya yang dikeluarkan untuk menciptakan pendapatan tersebut.

Secara fisik ketinggalan teknologi dan keuangan dari operasi merupakan elemen yang menyebabkan perlu dilakukan depresiasi kos aktiva tetap yang umurnya terbatas harus di depresiasikan.

Pengertian Depresiasi menurut Efraim F.G (hal 234 thn 1993)

Adalah proses alokasi aktiva tetap menjadi biaya, yang dilakukan secara sistematik dan rasional pada periode-periode yang menikmati manfaat aktiva tetap tersebut, depresiasi bukan merupakan penilaian, tetapi alat untuk mengalokasikan biaya.

Ada tiga hal yang harus di perhatikan dalam membebankan aktiva tetap pada pendapatan sebagai depresiasi :

1. Biaya aktiva didepresiasikan ( depreciacible cost for asset)

Nilai ini diperoleh dengan mengurangkan biaya awal (original Cost) dengan nilai residu (residu Value). Taksiran niai residu adalah taksiran nilai aktiva tetap yang dapat diperoleh kembali. Pada akhir tahun ekonomis aktiva tersebut.

2. Taksiran Mamfaat Umur Ekonomis

Taksiran manfaat aktiva tetap yang dianggap masih dapat memberikan manfaat atau dapat beroperasi secara ekonomis. Taksiran ini digunakan sebagai dasar alokasi biaya aktiva tetap.

Ada dua dasar taksiran manfaat aktiva tetap yang paling mendasar adalah :

Ø Taksiran manfaat secara fisik

Menunjukan kemampuan fisik aktiva tetap untuk beroperasi selama jangka waktu tertentu.

Ø Taksiran manfaat secara ekonomis

Ø Menunjukan kemampuan aktiva tetap tersebut untuk beroperasi secara ekonomis.

1. Metode Depresiasi

Penentuan beban depresiasi tegantung pada pemilihan metode depresiasi yang tetap, metode yang sering digunakan adalah metode yang perhitungannya sistematis dan rasional. Metode depresiasi dapat diklasipikasikan sebagai berikut:

A. Metode- metode depresiasi yang berdasarkan waktu :

Ø Metode pembebanan sama

Metode garis lurus ( Straight Line)

Jumlah depresiasi menggunakan metode garis lurus dapat dihitung dengan jalan membagi : Depreciable Value” (jumlah Investasi dikurang dengan nilai residu) dari suatu aktiva tetap dengan umur ekonomisnya. Sehingga dengan menggunakan metode ini jumlah depresiasi setiap tahunnya sama.

Ø Metode pembebanan menurun

1. Metode jumlah angka tahun (Sum-of-the-years-digit)

Dengan menggunakan metode jumlah angka tahun maka keseluruhan bilangan umur dari suatu aktiva harus dijumlah. Jika “n” adalah umur ekonomis dari suatu aktiva dan “S” adalah jumlah keseluruhan umur teknis dari aktiva maka jumlah depresiasi tahun pertama adalah n/S, pad tahun kedua (n-1)/S dan seterusnya dikalikan dengan Depreciable value.

2. Metode penurunan ganda.

B. Metode depresiasi berdasarkan kegiatan

Ø Metode unit output

Ø Metode unit jasa

C. Metode-metode depresiasi khusus :

Ø Metode persediaan

Ø Metode pengantian dan penempatan

Ø Metode group dan unsur koposit

Ø Metode nilai tunai

Untuk mencari nilai proceeds maka metode depresiasi yang paling pantas digunakan adalah metode garis lurus. Merupakan metode yang paling sederhana. Depresiasi dibebankan dalam jumlah yang sama, selama taksiran manfaat ekonomis aktiva tetap. Depresiasi per periode (tahun) diperoleh berdasarkan perhitungan berikut :


D = 1/N x (Harga perolehan – nilai residu)

D = Tingkat depresiasi garis lurus

N = Umur ekonomis aktiva tetap



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

7 alat pengawasan mutu (seven tools) dalam Statistical Quality Control

a.        Flowchart Diagram yang menggambarkan urutan suatu proses, dipakai untuk menentukan bagian mana dari proses yang bisa dijadikan...