Sabtu, 11 Juli 2015

IDENTIFIKASI RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJA PENGUMPUL SAMPAH MANUAL DI JAKARTA SELATAN

Abstract
Waste collection is one of the activities that should be performed on the waste management process. This activity can pose a potential high risk given the dangers that may arise while direct contact with the garbage and activities conducted. This study aims to identify potential risks  to  the  health  and  safety  of  workers  garbage  collector. The  survey uses a  structured questionnaire distributed to 25 the refuse collector randomly selected in Srengseng Sawah-Jagakarsa, South Jakarta. Descriptive statistics were used to analyse the data collected. The the  garbage  collectors  who  agreed  the  use  of  personal  protective  equipment  at  work  is approximately  64%  or  around  16  respondents. Musculoskeletal  disorders  suffered  by respondents is around 19 people, or roughly 76%. The Respondents who suffered puncture wounds as a result of did not use gloves were 23 respondents or approximately 92%. Wrist and lower back are the most common musculoskeletal disorder that affects approximately 23 respondents.  Generally,  workers  require  personal  protective  equipment  in  order  to  prevent and  reduce  accidents.  Improvement  measures  should  be  always  be  done  such  as  healthy behaviour, use  of personal  protective equipment  and  the  development  of  working methods based on ergonomic principles.
Keywords: Health risks, the garbage collectors, South Jakarta, accidents, musculoskeletal

Abstrak
Pengumpulan  sampah  merupakan  salah  satu  aktivitas  yang  harus  dilakukan  pada  proses pengelolaan  sampah.  Aktivitas  ini  dapat  menimbulkan  potensi  risiko  yang  cukup  tinggi mengingat  bahaya  yang  dapat  muncul  saat  kontak  langsung  dengan  sampah  maupun aktivitas  yang  dilakukan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengindentifikasi  potensi  risiko kesehatan  dan  keselamatan    pada  pekerja  pengumpul  sampah  manual.  Survey  dengan menggunakan  kuesioner  yang  terstruktur  disebarkan  pada  25  orang  petugas  pengumpul sampah  yang  dipilih  secara  acak  di  Kelurahan  Srengseng  Sawah  Kecamatan  Jagakarsa, Jakarta Selatan. Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisa data yang terkumpul. Para petugas pengumpul sampah yang setuju penggunaan alat pelindung diri saat bekerja adalah sekitar 64% atau sekitar 16 responden. Sementara gangguan musculoskeletal yang dialami oleh  petugas  adalah  sekitar  19  orang  atau  sekitar  76%.  Sedangkan  responden  yang mengalami luka tusuk akibat tidak menggunakan sarung tangan adalah  23 responden atau 92%. Pergelangan tangan dan punggung bawah merupakan gangguan muskuloskeletal yang umum  diderita  yaitu  sekitar  23  responden.  Secara  umum,  para  pekerja  memerlukan  alat pelindung diri dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja. Langkah-langkah peningkatan  perilaku  hidup  sehat,  penggunaan  alat  pelindung  diri  dan  pengembangan metode kerja berdasarkan prinsip ergonomic harus senantiasa dilakukan.
Kata  kunci: Risiko  kesehatan,  petugas pengumpul  sampah,  Jakarta  Selatan,  kecelakaan kerja, muskuloskeletal


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

7 alat pengawasan mutu (seven tools) dalam Statistical Quality Control

a.        Flowchart Diagram yang menggambarkan urutan suatu proses, dipakai untuk menentukan bagian mana dari proses yang bisa dijadikan...